Anonim

Insulin waktu makan yang bekerja cepat dapat membantu penderita diabetes menjaga kadar glukosa darahnya (juga dikenal sebagai kadar gula darah) meningkat terlalu tinggi setelah mereka makan. Ini sering direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak dapat mencapai level target mereka dengan hanya mengambil insulin latar sekali sehari. Insulin waktu makan biasanya diminum 10 hingga 30 menit sebelum makan dan berlangsung selama empat hingga enam jam, tergantung pada jenis insulin. Contoh insulin waktu makan termasuk insulin aspart (NovoLog), insulin lispro (Humalog), dan insulin glulisine (Apidra).

Jika Anda melewatkan dosis waktu makan, tidak perlu panik, tetapi penting untuk memahami bahwa situasinya bisa menjadi serius. Pastikan Anda tahu langkah selanjutnya berdasarkan rencana perawatan diabetes Anda. Selalu tetap dengan pengobatan diabetes Anda saat ini, ikuti saran dokter Anda, dan perbarui resep Anda. Jika Anda melewatkan satu dosis, tergantung pada petunjuk dokter Anda, langkah-langkah selanjutnya bisa sesederhana mengambil dosis insulin korektif atau makan sejumlah karbohidrat. Jika gejala Anda menjadi parah dan Anda perlu bantuan untuk mengatasinya, Anda mungkin juga ingin membawa tanda peringatan medis atau mengenakan gelang. Ketika datang untuk mengambil insulin waktu makan, waktu adalah segalanya. Pahami apa yang bisa terjadi - dan apa yang harus dilakukan - saat jam Anda mati.

1. Ketoasidosis Diabetik (DKA)

Risiko paling serius dari kehilangan dosis insulin waktu makan adalah diabetic ketoacidosis (DKA). Ketika kadar glukosa darah Anda terlalu rendah, tubuh Anda tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi. Tubuh Anda mulai memecah lemak, menyebabkan asam yang disebut "keton" menumpuk di aliran darah Anda. Dalam kasus terburuk, DKA dapat menyebabkan koma dan bahkan berakibat fatal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa 168.000 orang dengan diabetes di Amerika Serikat dirawat di rumah sakit untuk DKA pada tahun 2014.

Gejala DKA meliputi:

  • Mual, muntah, atau sakit perut

  • Napas pendek atau napas yang berbau seperti buah

  • Kebingungan

Jika Anda mengalami gejala ini, periksa kadar glukosa darah Anda segera. Anda juga dapat memeriksa kadar keton dengan tes urine dari toko obat Anda. Jika gejala Anda tidak merespons dosis koreksi insulin yang diresepkan dokter Anda, cari bantuan medis darurat . Kadar glukosa darah yang tetap di atas 300 mg / dL menempatkan Anda di zona bahaya.

2. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Menurut CDC, hampir seperempat juta orang dengan diabetes di AS dirawat di rumah sakit karena hipoglikemia pada 2014. Hipoglikemia adalah kondisi berbahaya yang terjadi pada penderita diabetes ketika tingkat glukosa dalam darah turun di bawah target yang telah ditetapkan dokter. Glukosa adalah sumber energi utama tubuh. Bagi banyak di antara mereka yang menderita diabetes, "terlalu rendah" adalah kadar glukosa darah 70 mg / dL atau lebih rendah.

Hipoglikemia dapat terjadi dengan cepat. Itu tidak selalu memiliki gejala, tetapi yang umum adalah:

  • Kelaparan

  • Kegoyahan

  • Berkeringat

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur

  • Penglihatan kabur

  • Sakit kepala

  • Kelemahan

  • Pusing

  • Kulit pucat

Hipoglikemia tidak bisa dianggap enteng. Gejala-gejala berikut dapat menunjukkan penurunan kadar gula darah yang parah. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, dapatkan bantuan medis segera:

  • Kejang atau kejang

  • Ketidakmampuan untuk makan atau minum

  • Hilang kesadaran

3. Hiperglikemia (Gula Darah Tinggi)

Lebih dari 200.000 pengidap diabetes dirawat di rumah sakit karena krisis hiperglikemik pada 2014, menurut CDC. Hiperglikemia terjadi ketika glukosa dalam darah Anda naik terlalu tinggi. Bagi banyak diabetisi, "terlalu tinggi" adalah kadar glukosa darah 200 mg / dL atau lebih tinggi. Tidak seperti hipo glikemia, hiper glikemia biasanya tidak datang dengan cepat. Gejala dapat berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu, jika berkembang sama sekali. Jika Anda memang memiliki gejala, mereka kemungkinan akan menjadi lebih parah semakin lama kadar glukosa darah Anda meningkat.

Gejala umum hiperglikemia adalah:

  • Rasa haus yang ekstrem

  • Sering buang air kecil

  • Penglihatan kabur

  • Sakit kepala

  • Kelemahan

Jika hiperglikemia berlangsung terlalu lama tanpa pengobatan, itu dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan pada ginjal, jantung, saraf, dan mata Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu dokter Anda ketika Anda khawatir.